INFOTREN.ID - Pemerintah Kota Cilegon tengah menghadapi tantangan serius terkait realisasi penerimaan pendapatan daerah yang dinilai masih jauh dari target yang ditetapkan. Kondisi ini mendorong adanya langkah strategis dari pucuk pimpinan kota untuk segera membenahi sektor penerimaan keuangan.

Menanggapi situasi krusial tersebut, Walikota Cilegon, Robinsar, mengambil langkah cepat dengan memberikan instruksi dan penugasan khusus kepada salah satu pejabat eselon II di lingkungan pemerintahannya. Tugas ini diharapkan menjadi solusi konkret dalam mengejar ketertinggalan fiskal tersebut.

Penugasan penting ini secara resmi disampaikan oleh Walikota Robinsar pada hari Rabu, tanggal 1 Juli 2026. Momen tersebut berlangsung tepat setelah ia selesai memimpin upacara pelantikan sejumlah pejabat eselon II di lingkungan Pemkot Cilegon.

Pejabat yang kini menerima amanah tambahan untuk memulihkan kondisi keuangan daerah adalah Syafruddin. Saat ini, Syafruddin masih memegang posisi sebagai Asisten Daerah (Asda) III Kota Cilegon.

Dengan adanya penugasan baru ini, Syafruddin kini merangkap jabatan sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Badan Pengelolaan Keuangan, Pendapatan, dan Aset Daerah (BPKPAD) Kota Cilegon. Jabatan rangkap ini mengindikasikan urgensi yang melekat pada upaya peningkatan pendapatan.

"Pemerintah Kota Cilegon menghadapi tantangan signifikan dalam pencapaian target pendapatan daerah hingga pertengahan tahun 2026," demikian disampaikan oleh Walikota Cilegon, Robinsar, mengenai situasi fiskal terkini.

Hal ini dipertegas oleh Walikota Robinsar yang secara resmi memberikan tugas khusus kepada pejabat eselon II tersebut untuk segera mengatasi defisit pendapatan. Tugas ini disampaikan langsung oleh Walikota Robinsar sesaat setelah dirinya memimpin upacara pelantikan sejumlah pejabat eselon II di lingkungan Pemkot Cilegon.

Dilansir dari JAKARTAHYPE.COM, penugasan ini merupakan respons cepat dari pemerintah kota terhadap kebutuhan mendesak untuk menggenjot kembali penerimaan kas daerah. Fokus utama kini tertuju pada efektivitas kinerja BPKPAD di bawah kepemimpinan baru yang merangkap jabatan.

Syafruddin, sebagai pejabat yang ditunjuk, kini diharapkan mampu merumuskan strategi inovatif dan implementatif untuk memastikan sisa target pendapatan tahun 2026 dapat dikejar secara maksimal. Langkah ini diharapkan membawa dampak positif signifikan pada kas daerah Cilegon.