INFOTREN.ID - Dell Technologies secara resmi mengumumkan pemutusan hubungan kerja (PHK) yang menyasar karyawan di seluruh dunia melalui laporan tahunan terbaru mereka. Pengumuman ini disampaikan pada hari Senin, 16 Maret 2026, sebagai bagian dari manuver strategis perusahaan.

Langkah drastis ini diambil Dell sebagai upaya signifikan untuk menekan beban biaya operasional perusahaan. Kebijakan ini muncul di tengah persaingan yang semakin ketat dalam industri teknologi global saat ini.

Kebijakan restrukturisasi ini menandakan pergeseran fundamental dalam fokus bisnis inti Dell. Perusahaan mulai mengurangi penekanan pada unit bisnis konvensional mereka.

Fokus utama kini dialihkan secara masif untuk pengembangan infrastruktur server yang dirancang khusus untuk mendukung teknologi kecerdasan buatan (AI). Penyesuaian ini bertujuan membuat Dell lebih responsif terhadap permintaan teknologi masa depan yang terus meningkat.

Dell mencatat bahwa terjadi penurunan jumlah karyawan sebesar 10 persen selama tahun fiskal 2026, setara dengan sekitar 11.000 pekerja yang diberhentikan. Akibat pemangkasan ini, total tenaga kerja Dell saat ini menyusut menjadi sekitar 97.000 orang.

Perusahaan telah mengalokasikan dana pesangon sebesar 569 juta dolar AS (setara Rp9,66 triliun) untuk periode ini, angka yang ternyata lebih rendah dibandingkan alokasi pesangon pada tahun fiskal sebelumnya.

Laporan tahunan perusahaan turut menyoroti bahwa pembatasan perekrutan karyawan baru dari luar menjadi mekanisme utama yang diterapkan untuk mengendalikan pengeluaran secara berkelanjutan. Dell menjelaskan dasar dari kebijakan penghematan ini dalam laporan 10-K mereka.

"Sepanjang tahun fiskal 2026, kami tetap berkomitmen pada manajemen biaya yang disiplin sejalan dengan inisiatif modernisasi bisnis," tulis laporan tersebut, dilansir dari Investing.

Tujuan utama dari pengurangan karyawan ini adalah untuk mengalihkan sumber daya finansial guna mendukung ekspansi bisnis server yang berfokus pada kecerdasan buatan. Manajemen Dell memproyeksikan pendapatan dari segmen AI ini akan meningkat hingga dua kali lipat pada tahun fiskal 2027.