JAKARTA, Infotren.id— Calon Ketua Umum KADIN Provinsi Gorontalo, Fauzan Fadel, menilai rencana pembentukan sistem BUMN eksportir tunggal komoditas strategis melalui Danantara dapat menjadi peluang besar bagi pengusaha nasional apabila dijalankan dengan prinsip kolaborasi dan keberpihakan terhadap dunia usaha.

Menurut Fauzan, penguatan kontrol negara terhadap ekspor sumber daya alam memang penting untuk menjaga devisa, transparansi harga, dan posisi tawar Indonesia di pasar global. Namun, kebijakan tersebut juga harus memberikan manfaat nyata bagi eksportir, pengusaha daerah, pelaku logistik, hingga UMKM nasional.

 “BUMN ekspor tunggal jangan hanya menjadi instrumen kontrol negara. Ini harus menjadi instrumen penguatan pengusaha nasional agar bisa naik kelas dan memiliki daya tawar global yang lebih kuat,” ujar Fauzan Fadel pada Kamis (21/5/2026).

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), nilai ekspor Indonesia sepanjang 2025 mencapai sekitar US$282,9 miliar atau tumbuh 6,15% dibanding tahun sebelumnya. 

Sementara itu, tiga komoditas utama yakni CPO dan turunannya, batu bara, serta besi baja menyumbang lebih dari 30% ekspor nonmigas nasional pada semester I 2025. 

Reuters juga mencatat nilai ekspor tiga komoditas strategis Indonesia — kelapa sawit, batu bara, dan nikel/ferro alloy — mencapai sekitar US$65 miliar dalam satu tahun terakhir. 

Menurut Fauzan, angka tersebut menunjukkan bahwa sektor komoditas merupakan tulang punggung devisa nasional sehingga tata kelolanya harus mampu menciptakan multiplier effect bagi dunia usaha nasional.

Ia menilai jika dilakukan dengan tepat, sistem ini bisa memberikan berbagai keuntungan bagi pelaku usaha:

kepastian pasar dan pembeli;