JAKARTA, InfoTren.id– Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa buka suara terkait dugaan praktik transfer pricing yang melibatkan 10 perusahaan eksportir minyak kelapa sawit (CPO) terbesar di Indonesia.
Dugaan ini muncul dari dokumen internal yang diperoleh Bloomberg Technoz, di mana selisih harga akibat transfer pricing diperkirakan mencapai US$84 juta atau sekitar Rp1,48 triliun.
Namun, Purbaya menekankan bahwa angka tersebut kemungkinan hanya sebagian dari gambaran sebenarnya.
“Yang pasti lebih besar, karena kan saya cuma analisis sedikit aja, 10 perusahaan. Itu cuma sampel, 10 perusahaan, yang kira-kira dia melakukan itu semuanya,” ujarnya kepada wartawan di Gedung Parlemen Jakarta, Senin (25/5/2026).
Menurut penjelasan Purbaya, analisis ini dilakukan terhadap perusahaan-perusahaan dengan nilai ekspor CPO terbesar dalam lima tahun terakhir, dari 2020 hingga 2024. Mayoritas di antaranya adalah anak usaha dari empat grup sawit besar di Indonesia.