JAKARTA, Infotren.id - Anggota Komisi VI DPR RI, Mulan Jameela, akhirnya memberikan klarifikasi tegas terkait isu hoaks yang beredar luas di media sosial. Kabar bohong tersebut mengeklaim bahwa dirinya telah mengeluarkan pernyataan negatif yang memojokkan profesi guru.

Melalui pernyataan resminya, Mulan mengungkapkan bahwa selama ini ia cenderung mengabaikan berbagai isu hoaks yang hanya menyerang urusan pribadinya. Namun, kali ini ia merasa perlu bertindak karena fitnah tersebut menyangkut kehormatan para pendidik di Indonesia.

Istri Ahmad Dhani ini menegaskan bahwa dirinya sangat menghormati peran guru dalam mencerdaskan kehidupan bangsa dan membangun negara. Ia membantah keras pernah mengeluarkan pernyataan negatif atau memojokkan guru dalam bentuk apa pun.

"Saya tidak pernah membuat pernyataan yang berkaitan dengan para guru, apalagi pernyataan yang cenderung negatif atau memojokkan," ujar Mulan Jameela, dalam pernyataan resminya, dikutip Senin (23/3/2026). Ia bahkan menyebut fitnah tersebut sebagai sesuatu yang sangat ia hindari dengan ungkapan "Naudzubillah".

Mulan juga menjelaskan bahwa secara struktural di DPR RI, dirinya bertugas di Komisi VI yang tidak membidangi urusan guru. Menurutnya, urusan mengenai kesejahteraan dan perjuangan guru merupakan ranah rekan-rekannya yang berada di Komisi X.

"Ruang gerak saya di Komisi VI itu tidak membahas tentang guru. Saya percaya teman-teman di Komisi X DPR RI sedang berjuang yang terbaik untuk guru-guru kita," tambahnya.

Politisi Partai Gerindra ini mengajak seluruh masyarakat untuk lebih bijak dalam menyaring informasi yang diterima dari media sosial. Ia menekankan pentingnya melakukan proses cek dan ricek atau tabayyun sebelum mempercayai sebuah berita.

Mulan berharap masyarakat tidak lagi terjebak dalam pusaran berita palsu yang dapat merugikan banyak pihak, termasuk institusi tempatnya bekerja. Ia juga meminta doa agar dapat terus menjalankan tugasnya sebagai wakil rakyat dengan sebaik-baiknya.

Di akhir pernyataannya, Mulan Jameela menyampaikan harapan agar semua pihak bisa lebih dewasa dalam menanggapi isu di jagat maya. Hal ini dilakukan demi menjaga kondusivitas dan mencegah kerugian nama baik yang lebih luas.