JAKARTA, Infotren.id - Perkumpulan Lions Indonesia Distrik 307 A1 menggelar aksi lingkungan masif dengan membagikan 250 kilogram sabun cair eco enzyme secara gratis kepada masyarakat. Kegiatan dalam rangka memperingati Hari Bumi 2026 ini dipusatkan di Lapangan Basket Green Garden, Jakarta Barat.
Acara yang berlangsung meriah tersebut dihadiri oleh hampir 500 peserta dari berbagai kalangan masyarakat dan penghuni panti asuhan. Pembagian sabun cair ini merupakan bagian dari rangkaian program Week of Service Environment yang mengusung tema “Dari Sampah Menjadi Harapan”.
Produk yang dibagikan memiliki keistimewaan karena menggunakan bahan dasar eco enzyme yang telah melalui proses fermentasi selama enam tahun. Durasi fermentasi yang sangat panjang tersebut diklaim menghasilkan kualitas sabun yang optimal dan sangat ramah bagi lingkungan.
Wali Kota Jakarta Barat, Iin Mutmainnah, hadir langsung memberikan dukungan bersama jajaran Camat Kebon Jeruk dan Lurah Kedoya Utara. Kehadiran para pejabat daerah ini menegaskan sinergi antara pemerintah dan komunitas dalam upaya pelestarian lingkungan berbasis masyarakat.
Selain aksi pembagian sabun, penyelenggara juga mengadakan berbagai aktivitas edukatif seperti kerja bakti dan simulasi pemilahan sampah. Para peserta mendapatkan kesempatan mengikuti lokakarya langsung mengenai teknik pengolahan sampah organik menjadi produk bernilai guna.
Panitia juga menyediakan fasilitas khusus pengumpulan limbah elektronik atau e-waste untuk mengedukasi warga tentang bahaya sampah jenis tersebut. Langkah ini diambil untuk meningkatkan kesadaran kolektif terhadap pengelolaan berbagai jenis limbah rumah tangga secara tepat.
Aksi lingkungan ini berhasil mencatatkan prestasi membanggakan pada Original Rekor Indonesia (ORI) sebagai pionir pembagian sabun eco enzyme fermentasi lama. Kategori rekor tersebut berfokus pada distribusi gratis 250 kilogram sabun eco enzyme hasil fermentasi enam tahun yang pertama di Indonesia.
Perwakilan Lions Indonesia Distrik 307 A1 menegaskan bahwa inisiatif ini merupakan langkah konkret dalam memberikan edukasi berkelanjutan bagi publik. Mereka berharap masyarakat dapat melihat potensi besar dari pengelolaan limbah organik yang seringkali dianggap tidak memiliki nilai.
“Kami ingin menunjukkan bahwa limbah organik rumah tangga dapat diolah kembali menjadi produk yang sangat bermanfaat bagi keseharian,” ujar Dr. Hanie Soesanto Sp.gk. Ia menambahkan bahwa langkah sederhana dalam mengelola sampah dapat memberikan dampak positif yang luas bagi kelestarian bumi.