JAKARTA, Infotren.id- Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, telah menetapkan target ambisius bagi perekonomian Indonesia pada tahun 2026.
Salah satu pencapaian besar yang ditargetkan adalah return on asset (ROA) Dana Tara yang mencapai 10 persen, sebuah langkah yang diharapkan dapat mendatangkan sekitar 50 miliar dolar AS (sekitar Rp 800 triliun) ke kas negara setiap tahunnya.
Imam Faturrohmin, seorang pengamat muda di bidang koperasi dan ekonomi, memberikan pandangannya terkait target besar ini.
Imam menilai bahwa langkah ini bukan hanya menunjukkan keberanian pemerintah dalam mendorong ekonomi, tetapi juga membuka peluang besar untuk menciptakan ekonomi yang lebih inklusif di Indonesia.
"Target yang ditetapkan oleh Presiden Prabowo Subianto sangat positif. Jika tercapai, ini akan menjadi momentum yang luar biasa untuk mengurangi ketimpangan ekonomi di tanah air, khususnya di desa-desa. Dana sebesar itu akan sangat membantu dalam membiayai program-program vital yang memperkuat ketahanan ekonomi serta mendukung sektor UMKM dan kebutuhan pembiayaan bagi masyarakat yang membutuhkan," ujar Imam dengan penuh keyakinan pada Sabtu (14/3/2026).