INFOTREN.ID – Pasar mobil bekas di rentang harga Rp 40 jutaan kini menawarkan berbagai pilihan menarik, salah satunya adalah Hyundai Trajet. MPV asal Korea Selatan yang diproduksi antara tahun 1999 hingga 2008 ini tetap menjadi primadona bagi konsumen yang mengutamakan kenyamanan dan ruang kabin lega di atas tahun produksi.

Hyundai Trajet pertama kali mengaspal di Indonesia pada tahun 2000 melalui PT Hyundai Mobil Indonesia (HMI). Diambil dari bahasa Prancis yang berarti "perjalanan", Trajet hadir untuk menantang dominasi MPV Jepang dengan menawarkan fitur kelas atas.

Sejarah dan Spesifikasi Teknis
Pada periode 2000-2003, Trajet masuk dengan status Completely Built Up (CBU) melalui varian GLS. Memasuki tahun 2003 hingga 2008, Hyundai mulai merakitnya secara lokal (Completely Knocked Down/CKD) dengan memperkenalkan varian GL8 berkapasitas delapan penumpang. Pada 2004, mesinnya mendapat pembaruan teknologi CVVT untuk meningkatkan efisiensi.

Dibangun di atas rangka monocoque, Trajet menawarkan stabilitas yang lebih baik dibandingkan MPV bersasis ladder frame. Di Indonesia, varian mesin 2.0L G4JP DOHC paling populer dengan tenaga sekitar 140 dk. Tersedia pula varian langka bermesin 2.7L V6 Delta yang menawarkan performa lebih gahar namun dengan konsumsi bahan bakar yang lebih tinggi.

Keunggulan: Kenyamanan dan Fitur Mewah
Salah satu nilai jual utama Hyundai Trajet adalah kenyamanan suspensinya yang empuk dan stabil, bahkan sering dibandingkan dengan generasi awal Toyota Innova. Interiornya sangat fleksibel, terutama pada varian captain seat (2+2+3) yang memberikan ruang gerak luas bagi penumpang.

Selain itu, untuk mobil di kisaran harga Rp 40 jutaan, Trajet sudah dilengkapi fitur yang tergolong mewah di zamannya, seperti rem cakram di keempat roda serta material interior yang solid dan berkualitas.

Kekurangan dan Penyakit Umum
Meski menawarkan kenyamanan tinggi, calon pembeli perlu memperhatikan beberapa catatan. Konsumsi bahan bakar mesin 2.0L dikenal cukup boros, dengan rata-rata 1:6 hingga 1:8 km/liter untuk penggunaan dalam kota. Bobot bodi yang mencapai 1,5 ton juga membuat akselerasi awal terasa lamban.

Beberapa "penyakit" khas yang sering ditemui pada unit bekas meliputi sensor MAP (Manifold Absolute Pressure) yang bermasalah, keausan pada komponen kaki-kaki depan, serta mulai langkanya beberapa suku cadang di toko komponen umum. Selain itu, pajak tahunan berkisar antara Rp 1,8 juta hingga Rp 2,4 juta, yang tergolong cukup tinggi untuk mobil di rentang harga tersebut.

Estimasi Harga dan Tips Pembelian
Berdasarkan pantauan di berbagai platform bursa mobil bekas, harga Hyundai Trajet sangat bergantung pada kondisi dan tahun produksi:
- Tahun 2000 - 2002: Rp 33 juta – Rp 45 juta.
- Tahun 2003 - 2005 (CVVT): Rp 45 juta – Rp 65 juta.
- Tahun 2006 - 2008 (Kondisi Antik): Rp 65 juta – Rp 80 juta.