BANDUNG, Infotren.id - Sektor kesehatan Indonesia resmi memasuki era baru dengan peluncuran teknologi Intelligent Patient Flow berbasis kecerdasan buatan bernama GoRujuk. Inovasi ini merupakan hasil kolaborasi strategis antara RS Advent Bandung, PT Inovasi Solusi Medis (ISM), dan Universitas Nusa Mandiri.
Sinergi Triple Helix ini hadir untuk menuntaskan masalah klasik rumah sakit seperti antrean panjang dan beban administratif yang sering dikeluhkan pasien. Melalui teknologi ini, alur perjalanan pasien diatur secara otomatis mulai dari sebelum keberangkatan hingga tiba di fasilitas kesehatan.
Sistem GoRujuk bertindak sebagai asisten cerdas yang mampu melakukan penilaian awal kondisi kesehatan pasien secara digital melalui fitur Pre-Hospital Assessment. Pasien tidak perlu lagi menebak poli mana yang harus dituju berkat adanya navigasi layanan pintar yang sangat presisi.
Manajemen antrean real-time yang disematkan dalam sistem ini terbukti mampu memangkas waktu tunggu secara drastis bagi para pengunjung rumah sakit. Transformasi ini mengubah pengalaman berobat konvensional menjadi sebuah Intelligent Care Experience yang jauh lebih modern dan nyaman.
Direktur RS Advent Bandung, Dr. Roy David Sarumpaet, menegaskan bahwa implementasi AI adalah langkah nyata menuju layanan kesehatan masa depan. “Dengan GoRujuk, kami memberikan pelayanan yang lebih cepat, tepat, dan nyaman bagi setiap pasien,” katanya dalam acara peluncuran tersebut.
Rektor Universitas Nusa Mandiri, Prof. Dr. Ir. Dwiza Riana, menambahkan bahwa riset akademis harus memberikan dampak nyata dan solusi bagi masyarakat luas. Beliau percaya bahwa kolaborasi dengan industri teknologi seperti PT ISM akan membawa standar layanan kesehatan Indonesia ke level global.
Verry Rianto dari PT ISM menjelaskan bahwa sistem ini mengintegrasikan AI dan Computer Vision untuk menciptakan alur yang adaptif dan presisi. Pendekatan teknologi yang teruji ini dirancang agar siap menghadapi tantangan operasional rumah sakit yang semakin kompleks di era digital.
Komisaris PT ISM, Deni Agus Sahryan, menyebutkan bahwa masalah utama kesehatan di Indonesia sebenarnya terletak pada ketidakteraturan alur pasien. "GoRujuk mengubah sistem reaktif menjadi prediktif, yang menjadi fondasi baru pengoperasian rumah sakit di era kecerdasan buatan," jelas Deni.
Validasi di lapangan menunjukkan bahwa efisiensi kerja meningkat pesat karena beban operasional digeser ke fase sebelum pasien menapakkan kaki di rumah sakit. Saat pasien tiba, seluruh data medis awal sudah tersedia di meja periksa sehingga proses diagnosis menjadi lebih akurat.