JAKARTA, Infotren.id — Kembalinya ketegangan di Selat Hormuz yang vital bagi jalur perdagangan internasional membawa dampak signifikan terhadap pasar energi global. Setelah pengumuman gencatan senjata antara Amerika Serikat (AS) dan Iran pada Jumat (17/4/2026) yang sempat memicu optimisme, situasi berbalik tegang pada Minggu (19/4/2026), saat angkatan laut AS menyita kapal kargo Iran di perairan Teluk Oman.
Kejadian ini menandai dimulainya kembali blokade AS terhadap Iran dan memperburuk ketidakpastian yang telah berlangsung selama lebih dari tujuh pekan terakhir.
Perang terbuka antara AS dan Iran di kawasan Teluk Persia telah mengakibatkan berkurangnya aktivitas lalu lintas komersial di Selat Hormuz, dengan Iran memperketat kendali atas selat tersebut sebagai bentuk balasan atas serangan dari AS dan Israel.
Hal ini membuat perdagangan energi global terhambat, menyebabkan lonjakan harga minyak yang tak terelakkan dan semakin meningkatkan volatilitas pasar energi.
Harga minyak sempat merosot pada saat pengumuman pembukaan kembali transit pada Jumat lalu, namun harga minyak langsung melesat tinggi pada hari Minggu setelah kejadian penyitaan kapal Iran.