TANGSEL, Infotren.id – Aroma penyalahgunaan aset negara kembali tercium di lingkungan Pemerintah Kota Tangerang Selatan (Tangsel). 

Sebuah gedung Unit Pelaksana Teknis (UPT) yang dibangun menggunakan anggaran publik justru diduga kuat dialihfungsikan menjadi garasi penyimpanan motor mewah dan antik milik pejabat tinggi.

Gedung yang berdiri di kawasan Perkantoran Lengkong, Serpong itu bukan proyek kecil. Anggaran yang digelontorkan dari APBD disebut mencapai hampir Rp7 miliar.

Namun alih-alih dimanfaatkan untuk pelayanan publik, bangunan tersebut kini justru terkesan menjadi gudang eksklusif kendaraan pribadi lantaran terlihat privasi jika dilihat dari luar.

Kecurigaan publik bukan tanpa dasar. Sebuah video yang beredar luas memperlihatkan deretan sepeda motor mewah berbagai merek tersimpan rapi di dalam gedung. 

Beberapa bahkan tertutup cover, menguatkan dugaan bahwa kendaraan itu disimpan dalam jangka waktu lama, bukan sekadar parkir sementara.

Ironisnya, akses ke dalam gedung itu sangat tertutup. Dikelilingi pagar tembok tinggi sekitar dua meter dan dilapisi material fiber gelap di bagian atas, bangunan ini seolah sengaja didesain untuk menghindari sorotan. Dua pintu gerbang keluar-masuk pun selalu dalam kondisi terkunci rapat.

Kondisi ini jelas bertolak belakang dengan fungsi gedung dinas yang seharusnya terbuka dan melayani masyarakat.

Seorang petugas keamanan, Hasan, mengaku tidak memiliki akses ke dalam gedung. Ia bahkan mengaku hanya diperbolehkan berjaga di luar tanpa mengetahui aktivitas di dalamnya.