INFOTREN.ID - Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) telah mengeluarkan peringatan keras mengenai status operasional Selat Hormuz. Mereka menegaskan bahwa jalur perairan strategis tersebut akan ditutup sepenuhnya bagi pihak-pihak yang dianggap musuh Iran.

Ancaman penutupan ini muncul seiring dengan eskalasi ketegangan yang terus memanas dalam konflik berkelanjutan antara Iran melawan Amerika Serikat (AS) dan Israel. Penutupan ini menggarisbawahi pentingnya Selat Hormuz sebagai urat nadi perdagangan global.

IRGC secara eksplisit memperingatkan bahwa setiap kapal yang mencoba melintasi jalur perairan krusial tersebut akan menghadapi konsekuensi serius. Mereka mengancam akan mengambil "tindakan keras" terhadap kapal mana pun yang melanggar batas yang telah ditetapkan.

Lebih lanjut, IRGC mengumumkan bahwa pasukan mereka telah mengambil tindakan nyata di lapangan untuk menegakkan kebijakan tersebut. Pasukan Garda Revolusi dilaporkan telah berhasil mengusir setidaknya tiga kapal yang berusaha melewati titik transit utama di jalur perairan tersebut.

Di tengah dinamika geopolitik yang tegang ini, Thailand mengambil langkah diplomatik signifikan untuk menjamin keamanan impor energinya. Pemerintah Thailand berhasil mencapai sebuah kesepakatan penting dengan Republik Islam Iran.

Kesepakatan tersebut secara spesifik bertujuan untuk mengizinkan kapal-kapal tanker minyak milik Thailand melintasi Selat Hormuz dengan jaminan keamanan yang lebih pasti. Hal ini merupakan respons langsung terhadap potensi gangguan jalur pelayaran.

Perdana Menteri Thailand, Anutin Charnvirakul, mengonfirmasi keberhasilan negosiasi tersebut kepada publik. "Kesepakatan telah tercapai untuk memungkinkan kapal-kapal tanker minyak Thailand melintas dengan aman melalui Selat Hormuz," ujar Anutin Charnvirakul.

Kepastian transit ini sangat krusial bagi ketahanan energi Thailand. Perdana Menteri Thailand menjelaskan bahwa tercapainya kesepakatan ini akan membantu meredakan kekhawatiran domestik mengenai pasokan dan impor bahan bakar negara.

Tindakan IRGC dan negosiasi Thailand ini dilansir dari perkembangan terbaru mengenai keamanan maritim di salah satu titik tersibuk di dunia. Ketegangan di kawasan tersebut terus menjadi sorotan utama berita internasional saat ini.