JAKARTA, Infotren.id - Ajang Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar MPR RI 2026 kembali menjadi sorotan publik setelah muncul dugaan intimidasi yang dialami keluarga peserta asal Kalimantan Barat, yakni Josepha Alexandra atau yang akrab disapa Ocha. 

Polemik ini mencuat usai beredarnya curhatan seorang perempuan yang mengaku sebagai kakak dari peserta tersebut melalui akun TikTok Zevan Nisik.

Dalam unggahan yang viral di media sosial itu, keluarga mengaku mengalami tekanan mental setelah video protes terkait keputusan juri tersebar luas dan menuai perhatian publik.

Menurut pengakuan sang kakak, Josepha Alexandra mengalami perubahan kondisi emosional sejak video perdebatan dengan juri ramai diperbincangkan. Ia disebut menjadi lebih pendiam, sulit tidur, hingga kehilangan nafsu makan akibat tekanan psikologis yang diterimanya. 

Keluarga juga mengaku menerima pesan WhatsApp bernada ancaman yang meminta agar video protes terhadap keputusan juri segera dihapus dari media sosial. 

Jika tidak, pihak penyebar video disebut akan menghadapi langkah somasi. Dugaan ancaman tersebut membuat situasi semakin memanas karena persoalan yang awalnya hanya berkaitan dengan kompetisi pelajar berkembang menjadi polemik nasional di media sosial.

Dalam curhatannya, sang kakak juga mengungkap perjuangan Josepha sebelum mengikuti kompetisi LCC Empat Pilar MPR RI tingkat Provinsi Kalimantan Barat. Ia menyebut adiknya telah menjalani latihan selama berbulan-bulan demi tampil maksimal mewakili sekolah dan daerahnya. 

Namun, keluarga merasa kecewa setelah terjadi kontroversi saat sesi perlombaan yang disiarkan langsung melalui kanal YouTube resmi MPR RI. 

Pada saat itu, Josepha dianggap telah memberikan jawaban yang benar terkait mekanisme pemilihan anggota Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), yakni “anggota BPK dipilih DPR dengan memperhatikan pertimbangan DPD dan diresmikan Presiden.”