INFOTREN.ID - Ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran mencapai titik didih, namun sebuah pengumuman mengejutkan datang dari Gedung Putih. Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, secara tiba-tiba mengumumkan kesepakatan gencatan senjata sementara dengan Teheran.

Gencatan senjata ini disepakati berlaku selama jangka waktu dua minggu ke depan, sebuah jeda dramatis di tengah eskalasi militer yang memanas. Keputusan ini sontak mengubah peta dinamika geopolitik di kawasan Timur Tengah.

Trump secara eksplisit menyatakan bahwa Washington bersedia menangguhkan segala bentuk serangan militer yang direncanakan terhadap Iran. Langkah ini diambil sebagai bagian dari negosiasi atau pertimbangan strategis yang mendalam.

Namun, penangguhan serangan tersebut datang dengan satu syarat tegas yang harus dipenuhi oleh pihak Iran. Syarat utama yang diajukan adalah kesediaan Teheran untuk segera membuka kembali jalur vital Selat Hormuz.

Keputusan ini juga didasarkan pada evaluasi capaian operasi militer AS sebelumnya terhadap Iran. Trump mengklaim bahwa Amerika Serikat telah berhasil memenuhi semua sasaran strategis yang ditetapkan dalam operasi tersebut.

Operasi militer yang dimaksud oleh Trump ini dilaporkan telah berlangsung sejak tanggal 28 Februari yang lalu. Klaim tercapainya tujuan militer menjadi salah satu landasan utama di balik kebijakan gencatan senjata ini.

Pengumuman penting ini disampaikan langsung oleh Presiden Trump melalui platform media sosial pribadinya, Truth Social. Peristiwa ini terjadi hanya beberapa jam sebelum rencana serangan besar-besaran yang sebelumnya telah disiapkan oleh Washington.

Informasi mengenai gencatan senjata ini pertama kali menyebar luas pada Rabu (8/4/2026), berdasarkan waktu penyampaian Trump pada Selasa (7/4) malam waktu Amerika Serikat. Hal ini dilansir dari Al Jazeera, yang memantau perkembangan situasi secara ketat.

"Washington bersedia menangguhkan serangan terhadap Iran, dengan syarat Teheran setuju untuk membuka kembali Selat Hormuz," demikian pernyataan yang disampaikan oleh Presiden Donald Trump terkait syarat utama gencatan senjata tersebut.