INFOTREN.ID - Nama Esmail Qaani, Komandan Pasukan Quds Korps Garda Revolusi Islam (IRGC), belakangan ini menjadi sorotan tajam dunia intelijen internasional. Ia dikenal memiliki rekam jejak yang unik dalam situasi konflik dan operasi berbahaya.

Reputasi Qaani dibangun di atas kemampuan luar biasa untuk selalu berada di luar jangkauan bahaya fatal. Hal ini sangat kontras dengan nasib rekan-rekan militernya yang sering menjadi target operasi musuh.

Selama kurun waktu dua tahun terakhir, Qaani berhasil menghindari berbagai upaya pembunuhan yang menimpa pejabat tinggi Iran lainnya. Keberhasilannya ini menimbulkan pertanyaan serius di kalangan analis keamanan Timur Tengah.

Kondisi ini memicu spekulasi yang semakin menguat bahwa ada kemungkinan Qaani memiliki koneksi rahasia dengan badan intelijen asing. Musuh bebuyutan Iran, Israel, sering disebut sebagai pihak yang paling diuntungkan dari situasi ini.

"Esmail Qaani menghabiskan dua tahun terakhir mengumpulkan reputasi atas kemampuannya yang luar biasa untuk lolos tanpa cedera sementara semua orang di sekitarnya tewas," demikian salah satu narasi yang beredar mengenai keanehan ini.

Fakta bahwa lingkaran terdekatnya kerap menjadi sasaran empuk, sementara Qaani tetap aman, semakin memperkuat dugaan adanya kebocoran informasi internal yang sangat sensitif.

Kecurigaan ini berkembang menjadi tuduhan serius bahwa Qaani mungkin telah bertindak sebagai mata-mata untuk kepentingan Israel. Keberadaannya yang selalu selamat menjadi indikator utama dalam analisis intelijen tersebut.

Kemampuan Qaani untuk terus bertahan hidup dalam situasi yang sangat berisiko memang patut dipertanyakan. Hal ini menunjukkan adanya celah keamanan yang signifikan di dalam struktur komando IRGC.

Keberhasilan operasi musuh dalam menargetkan target bernilai tinggi Iran seringkali dikaitkan dengan informasi yang bocor dari tingkat atas kepemimpinan militer.