INFOTREN.ID - Ketegangan geopolitik kembali memuncak setelah Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, melontarkan ancaman serius mengenai potensi blokade laut di perairan strategis Selat Hormuz. Ancaman ini sontak memicu reaksi keras dari Teheran.
Menanggapi pernyataan provokatif dari Gedung Putih tersebut, petinggi militer Iran langsung memberikan respons yang sangat tajam dan meremehkan. Ancaman blokade laut tersebut dianggap tidak memiliki bobot serius oleh otoritas pertahanan Iran.
Komandan Angkatan Laut Republik Islam Iran secara eksplisit menyatakan bahwa retorika terbaru dari Trump tersebut tergolong sangat tidak masuk akal. Ia bahkan menggunakan diksi yang menunjukkan betapa rendahnya penilaian mereka terhadap manuver politik tersebut.
Menurut Laksamana Muda Shahram Irani, militer Iran telah menempatkan fokus penuh pada pemantauan pergerakan aset militer Amerika Serikat di kawasan sensitif tersebut. Pengawasan ketat ini dilakukan sebagai bentuk antisipasi terhadap potensi eskalasi.
"Para prajurit pemberani Angkatan Laut Republik Islam Iran melacak dan memantau semua pergerakan militer AS yang agresif di wilayah tersebut," kata Laksamana Muda Shahram Irani dalam sebuah pernyataan resmi yang disiarkan oleh media Iran.
Laksamana Muda Irani kemudian menyambungkan ancaman blokade itu dengan konteks kegagalan militer AS sebelumnya di Timur Tengah. Ia melihat ancaman blokade ini sebagai reaksi balik yang lemah.
"Ancaman presiden AS setelah kekalahan memalukan tentaranya dalam perang ketiga yang dipaksakan, yaitu blokade laut terhadap Iran, sangat konyol dan menggelikan," cetus komandan Angkatan Laut Iran tersebut, dilansir Press TV, Senin (13/4/2026).
Pernyataan keras ini menggarisbawahi posisi teguh Iran dalam menghadapi tekanan militer asing, terutama yang datang dari kekuatan utama seperti Amerika Serikat di jalur pelayaran vital dunia tersebut.