TANGSEL, Infotren.id — Aparat gabungan di Kota Tangerang Selatan terus berjibaku menangani dampak banjir dan longsor yang melanda sejumlah wilayah. Di tengah kondisi cuaca yang masih berpotensi ekstrem, upaya penanganan difokuskan pada keselamatan warga serta pemulihan akses yang terputus.
Bencana yang dipicu hujan deras ini telah berdampak pada lebih dari seribu kepala keluarga (KK) di Kecamatan Pamulang, Serpong, dan Setu, Sabtu (4/4/2026).
Genangan air dengan ketinggian antara 20 sentimeter hingga hampir 1 meter menyebabkan aktivitas masyarakat lumpuh di sejumlah titik.
Di kawasan Pamulang, genangan cukup tinggi terjadi di BPI Pamulang Timur. Meski air mulai berangsur surut dari ketinggian sebelumnya, sisa genangan masih menghambat aktivitas warga.
Kondisi serupa juga terjadi di Jalan Akasia dan Perumahan Lembah Pinus yang hingga malam hari belum sepenuhnya pulih.
Sementara di Serpong, kawasan permukiman seperti Serpong Terrace, Green Harmoni, dan Taman Crisyan 2 BSD turut terdampak. Beberapa titik mulai menunjukkan penurunan debit air, namun genangan masih bertahan di lingkungan warga.
Penanganan lebih intensif dilakukan di Kecamatan Setu, yang tidak hanya dilanda banjir tetapi juga longsor di beberapa lokasi. Di kawasan Muncul, longsor menyebabkan akses jalan warga terputus, sehingga membutuhkan penanganan cepat untuk membuka kembali jalur tersebut.
Selain itu, longsor juga dilaporkan terjadi di Buaran, Pamulang Timur, dan Jalan Amarta, Pondok Benda. Di Perumahan Villa Dago Tol, Ciater, material tanah bahkan menutup akses jalan dan menimpa rumah warga.
Sekretaris BPBD Kota Tangerang Selatan, Essa Nugraha, menyatakan bahwa petugas terus disiagakan di lapangan untuk melakukan evakuasi, pemantauan, serta penanganan darurat di titik-titik terdampak.