TANGSEL, Infotren.id — Kematian seorang pelajar berusia 17 tahun berinisial FA menjadi peringatan keras atas masih maraknya kekerasan antar remaja yang dipicu konflik lama. 

Insiden yang terjadi di Jalan Taqwa, Kampung Gunung, Kelurahan Jombang, Kecamatan Ciputat, Kota Tangerang Selatan (Tangsel), Selasa (28/4) dini hari itu, mengungkap betapa dendam yang tak terselesaikan bisa berujung fatal.

Peristiwa terjadi sekitar pukul 02.00 WIB. Korban ditemukan dalam kondisi luka berat usai menjadi sasaran penganiayaan oleh sekelompok pelaku. Meski sempat dilarikan ke RSU Kota Tangerang Selatan, nyawa korban tidak dapat diselamatkan.

Kapolsek Ciputat Timur, Kompol Bambang Askar Sodiq, menjelaskan bahwa pihak kepolisian bergerak cepat begitu menerima laporan warga. Tim langsung turun ke lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara serta menghimpun keterangan dari sejumlah saksi.

“Korban mengalami luka serius akibat penganiayaan secara bersama-sama. Setelah mendapatkan penanganan medis, korban dinyatakan meninggal dunia,” ujar Bambang Askar Shodiq kepada wartawan, Rabu (29/4/2026).

Hasil penyelidikan awal mengarah pada motif dendam lama antar kelompok. Konflik tersebut diduga berkaitan dengan insiden tawuran yang terjadi pada bulan Ramadan tahun 2025, di mana kelompok pelaku disebut pernah mengalami kekalahan.

“Motif sementara karena dendam lama. Ada konflik sebelumnya yang belum selesai, lalu dilampiaskan kepada korban,” ungkapnya.

Jenazah korban telah dibawa ke Rumah Sakit Polri untuk keperluan visum et repertum. Sementara itu, sejumlah terduga pelaku sudah diamankan dan tengah menjalani pemeriksaan intensif oleh Unit Reskrim Polsek Ciputat Timur, Polres Tangerang Selatan.

Polisi juga terus mengembangkan kasus ini guna mengungkap kemungkinan keterlibatan pelaku lain. Penanganan perkara ditegaskan akan dilakukan secara menyeluruh hingga tuntas.