TANGSEL, Infotren.id – Upaya penyelesaian damai dalam kasus dugaan penganiayaan yang melibatkan oknum pejabat Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kota Tangerang Selatan (Tangsel) menemui jalan buntu.
Pasalnya, korban, Iman Sopian, memilih tetap melanjutkan proses hukum meski terduga pelaku telah datang langsung ke rumahnya untuk meminta maaf, Kamis (2/4/2026).
Terduga pelaku berinisial AS diketahui mendatangi rumah korban dengan didampingi tokoh masyarakat setempat. Pertemuan tersebut sempat diharapkan menjadi awal penyelesaian secara kekeluargaan.
Namun, harapan itu tidak terwujud setelah korban menyatakan belum bersedia berdamai lantaran sakit hatinya terhadap atasannya itu belum benar-benar pulih usai di bogem mentah dan intimidasi.
Iman Sopian menegaskan bahwa dirinya tidak bisa serta-merta menerima permintaan maaf tersebut tanpa pertimbangan matang bersama keluarga.
“Tadi pagi terlapor datang ke rumah saya ingin minta maaf didampingi tokoh masyarakat, setelah pemberitaan viral. Tapi saya tidak mau menerima begitu saja, saya mau musyawarah dulu dengan keluarga saya,” ujarnya.
Kasus ini bermula dari persoalan utang piutang yang menyisakan sekitar Rp5 juta dan berujung pada cekcok antara kedua pihak. Situasi kemudian memanas hingga diduga terjadi tindakan penganiayaan, baik di rumah korban maupun di lingkungan kerja.
Namun, persoalan tidak berhenti pada dugaan kekerasan. Iman mengaku mengalami dampak lanjutan yang dinilainya lebih merugikan, terutama terkait statusnya sebagai Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK).
Ia mengungkapkan, setelah kejadian tersebut dirinya memilih tidak masuk kerja karena merasa tertekan dan khawatir akan adanya intimidasi.