TANGSEL, Infotren.id - Sudah jatuh, tertimpa tangga. Itulah nasib yang dialami Iman Sopian, yang berstatus sebagai Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) di Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kota Tangerang Selatan (Tangsel).
Diduga jadi korban penganiayaan atasannya sendiri di Dispora Tangsel, kini hidupnya makin terpuruk. Bukan cuma babak belur, tapi juga kehilangan penghasilan hingga terancam ditendang dari pekerjaannya secara diam-diam.
Iman, harus menelan pil pahit berlapis. Luka lebam di mata kirinya belum juga hilang, tapi hak gaji dan tunjangan hari raya justru ikut lenyap. Lebih parah lagi, status kerjanya kini menggantung, bak benang kusut tanpa ujung.
Kasus ini disebut-sebut bermula dari persoalan sepele, utang piutang yang menyisakan hitungan sekitar Rp5 juta. Namun siapa sangka, urusan duit itu berujung cekcok panas hingga diduga berakhir dengan aksi kekerasan oleh atasannya sendiri.
Alih-alih mendapat perlindungan, Iman justru mengaku diteror rasa takut. Bayang-bayang intimidasi membuatnya memilih menjauh dari kantor. Tapi keputusan itu malah jadi bumerang.
“Sudah dipukuli, tidak digaji, sekarang seperti dipecat diam-diam. THR juga tidak ada, saya takut masuk kerja karena khawatir diintimidasi,” ungkap Iman dengan suara bergetar, Selasa (31/3/2026).
Nasibnya kini benar-benar di ujung tanduk. Dari korban penganiayaan, berubah jadi korban keadaan. Iman merasa seperti dihabisi pelan-pelan lantaran fisiknya kena dan ekonomi juga dihantam.
Tak tinggal diam, ia akhirnya melapor ke Polsek Serpong. Harapannya satu, yaitu keadilan. Laporan itu tercatat dengan nomor LP/B/11/II/2026/SPKT/Polsek Serpong/Polres Tangerang Selatan/Polda Metro Jaya.
“Saya cuma ingin keadilan. Jangan sampai korban malah makin diinjak-injak,” tegasnya.