INFOTREN.ID - Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, menyampaikan tuntutan tegas kepada Iran terkait upaya pencapaian kesepakatan damai antara Washington dan Teheran. Syarat utama yang diajukan adalah pembukaan kembali Selat Hormuz bagi lalu lintas minyak internasional.
Trump kembali menegaskan bahwa saat ini proses negosiasi untuk mengakhiri ketegangan antara kedua negara sedang berlangsung secara aktif. Tuntutan terkait Hormuz ini menjadi penentu utama kelanjutan dialog tersebut.
Pernyataan keras ini disampaikan Trump ketika ia berpartisipasi dalam forum Future Investment Initiative (FII). Forum bisnis bergengsi yang diselenggarakan di Arab Saudi ini diadakan di Miami, Florida, Amerika Serikat.
Informasi mengenai hal ini diterima publik pada hari Sabtu, 28 Maret 2026, dilansir dari AFP dan Anadolu Agency. Trump mengklaim bahwa di balik penolakan publik pejabat Iran, terdapat kesiapan dari pihak Teheran untuk mencapai sebuah kesepakatan.
Dalam forum yang berlangsung pada hari Jumat, 27 Maret waktu AS tersebut, Trump secara eksplisit menggarisbawahi pentingnya akses penuh ke jalur pelayaran vital tersebut.
"Kami sedang bernegosiasi sekarang, dan akan sangat bagus jika kami dapat melakukan sesuatu, tetapi mereka (Iran-red) harus membukanya (Selat Hormuz)," kata Trump dalam forum tersebut.
Klaim mengenai negosiasi yang sedang berjalan ini muncul meskipun terdapat indikasi penolakan yang disampaikan oleh beberapa pejabat tinggi Iran di ranah publik. Situasi ini menunjukkan adanya perbedaan antara narasi resmi dan potensi kesediaan di meja perundingan.
Pembukaan Selat Hormuz dipandang oleh Washington sebagai langkah konkret keseriusan Iran untuk meredakan ketegangan geopolitik di kawasan Timur Tengah. Langkah ini sangat krusial bagi stabilitas pasar energi global.
Forum FII di Miami menjadi panggung bagi Trump untuk menyampaikan posisi kerasnya mengenai Iran, sekaligus memberikan gambaran terbaru mengenai dinamika hubungan bilateral kedua negara yang tegang.